Pati Kolektif Bagikan Sembako dan Masker Sambil Gowes

Pati Daily
PATI Kolektif pada Hari Bumi Internasional (Foto: A.Suwandi)

Kaborongan – Wabah corona atau Covid-19 selain berdampak pada kesehatan masyarakat, juga berdampak terhadap stabilitas ekonomi. Banyak warga yang saat ini tidak mendapatkan penghasilan lantaran adanya kebijakan social distancing. Kegiatan-kegiatan sosial terus dilakukan oleh berbagai elemen dan komunitas di Pati. Salah satunya adalah Pati Kolektif dan Komunitas Gowes Dadakan. Seperti kegiatan bagi-bagi masker dan sembako pada Rabu (22/04/2020) yang kebetulah bertepatan dengan hari bumi internasional.

Pati Kolektif yang merupakan gabungan dari berbagai komunitas. Konseptor komunitas ini adalah Attak, dengan Korlab Dimas Tink. Kegiatan ini dilakukan untuk membantu masyarakat, mereka rela merogoh kocek lebih dalam. Ratusan masker dan sembako pun dibagikan. Merupakan stimulus yang harus selalu diberikan dalam menghadapi masa pandemi. Mereka yang paling terdampak adalah penarik becak, tukang ojek online, dan masyarakat ekonomi menengah ke bawah. Tentunya, hal ini juga mengundang banyak simpati dari berbagai kalangan.

Konseptor Pati Kolektif Attak mengatakan, ratusan masker dan sembako itu dibagikan kepada para penarik becak, ojol, dan tukang sapu di jalanan. Menurutnya mereka juga sangat terdampak. “Masker kami bagikan agar mereka juga turut menjaga kesehatan dan tidak terinveksi Covid-19. Untuk sembako agar dapat mengurangi beban hidup mereka,”

Sambil Gowes Sepeda, Membantu Sesama

Kegiatan ini sudah berjalan keempat kalinya, dan dilakukan pada hari jumat dan minggu. Konsep kegiatan ini adalah dengan gowes sepeda lalu berkeliling Kota Pati, menyisir setiap sudut kota untuk memberikan bantuan kepada tukang ojek, tukang sapu, tukang parkir, dan target ke depannya adalah rumah ke rumah.

Bantuan diberikan menggunakan sepeda sambil gowes itu punya tujuan khusus. Tujuannya adalah untuk tidak menimbulkan kerumunan, sehingga nantinya tidak akan menambah polemik ke depannya karena wabah. Sehingga lebih tertarget, sambil gowes sepeda, sambil membantu sesama.

Lebih lanjut, bakti sosial itu harapannya bisa merata. Apalagi, wabah Covid-19 ini juga belum diketahui kapan berakhirnya. “Kami sudah komitmen secara continue untuk membagi masker dan sembako ini. InsyaAllah sampai wabahnya selesai,” imbuh Attak.

Sementara Dimas Tink sebagai Korlab Pati Kolektif mengaku sangat senang bisa membantu sesama. Menurutnya, wabah ini harus dilawan secara bersama. Masyarakat yang mampu dapat membantu kepada yang tidak mampu. “Kami iuran, baik kelompok maupun individu untuk pembagian masker dan sembako. Semoga bantuan ini bisa bermanfaat,” tutupnya.

Pandemi merupakan salah satu masalah yang cukup besar bagi penduduk dunia, oleh karena itu sebagai manusia sosial kita harus terus kreatif agar banyak yang terselamatkan. Karena dampak dari wabah ini bukan hanya di bidang kesehatan saja, namun juga ekonomi.