Bantuan Beras Sebanyak 5 Ton untuk Masyarakat yang Terdampak Covid-19

Bupati Pati Haryanto di dampingi Wakil Bupati Saiful Arifin (Safin) dan Sekretaris Daerah Suharyono, hari ini, menerima secara langsung bantuan beras sebanyak 5,5 ton. (Foto : IG @prokompimpati)

PENDOPO KABUPATEN – Bantuan beras sebanyak 5 ton di terima oleh pemerintah kabupaten pati  guna meringankan beban masyarakat yang terkena dampak Covid-19 di Kabupaten Pati.  Bantuan tersebut dari  pengusaha beras asal kecamatan Juwana Keluarga Besar Paniti yang diwakili oleh Rustanto sebanyak 3 ton, sedangkan yang 2 ton lagi berasal dari anggota DPR RI Firman Soebagyo.

“Terima kasih Pak Firman dan Keluarga Besar Paniti yang diwakili oleh Pak Rustanto. Beberapa waktu lalu kami kumpulkan para pengusaha dan alhamdulillah ternyata peran sertanya sangat membantu sekali. Untuk para rekan pengusaha saat ini sudah berpartisipasi baik berupa uang, beras dan juga sembako,” ucap Bupati selaku kepala daerah dan juga Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Pati.

Supaya tidak tumpang tindih bantuan tersebut akan dikumpulkan dan disalurkan sesuai dengan mekanisme yang ada, sesui dengan arahan dari Gubernur maupun arahan dari pemerintah pusat.

“Kalau belum kita salurkan, itu bukan berarti tidak disalurkan. Semua pasti kita salurkan tetapi menunggu waktu dan data, agar antara pusat dan daerah tidak terjadi double penerima bantuan,” tambah Bupati.

Efektif Cegah Covid-19

Kepatuhan terhadap protokol kesehatan sangat efektif mencegah penularan Covid-19. Anjuran pemerintah pusat, provinsi, maupun Pemkab untuk sering cuci tangan memakai sabun, menjaga jarak, kemudian memakai masker itu adalah benar dan wajib diikuti.Bupati Pati saat membuka acara Sosialisasi Penerimaan Peserta Didik Baru Melalui Video Conference , di ruang Pati Command Center (PCC) Setda Pati.

Bupati Haryanto mengungkapkan saat membuka acara Sosialisasi Penerimaan Peserta Didik Baru Melalui Video Conference , di ruang Pati Command Center (PCC) Setda Pati, bahwa Dokter Widi yang positif. Istri dan anaknya hasilnya negatif karena beliau dan keluarga disiplin menerapkan protokol kesehatan.

“Contohnya saja Dokter Widi yang positif. Istri dan anaknya hasilnya negatif karena beliau dan keluarga disiplin menerapkan protokol kesehatan,” ungkap Bupati.

Sejak awal pandemi, tercatat sudah ada tiga yang meninggal. Satu positif Covid-19, satunya lagi PDP dengan hasil lab negatif, dan terakhir ada PDP yang meninggal namun belum diketahui lab-nya karena baru dirawat semalam tiba-tiba meninggal. Akan tetapi yang bersangkutan mempunyai riwayat jantung dan gula. Namun, untuk keluarganya sudah di-rapid test, dan alhamdulillah negative semua, akan tetapi saat ini masih dalam pemantauan.