Peran Penyuluh dalam Pengembangan Teknologi dan SDM Pertanian

Wakil Bupati Pati Saiful Arifin (Safin) membuka dan menghadiri Seminar Pengembangan Teknologi dan SDM Pertanian dalam Mendukung Program Kostratani di Badan Penelitian Pertanian (Balingtan) Kecamatan Jaken. (Foto : IG prokompimpati)

JAKEN – Pelantikan Pengurus Dewan Pimpian Daerah Perhiptani (Perhimpunan Penyuluhan Pertanian indonesia) dan Seminar Pengembangan Teknologi dan SDM Pertanian dalam Mendukung Program Kostratani di Badan Penelitian Pertanian (Balingtan) digelar di Kecamatan Jaken, Rabu (19/2/2020). 300 penyuluh hadir dari 20 kota se-Jawa Tengah dan Jawa Timur. Wakil Bupati Pati Saiful Arifin turut hadir dalam acara tersebut.

Ketua Perhiptani Jawa Tengah Warsana SP, melantik Wiwik Ariyanto sebagai Ketua Perhiptani Kabupaten Pati. Narasumber Seminar yaitu Wakil Bupati Wonosobo Agus Subagiyo, Kepala Balingtan Mas Teddy Sutriadi dan Kepala Perhiptani Jawa Tengah Warsana.

Wabup mengajak Perhiptani untuk mempraktekkan ilmu yang dimiliki bersama-sama bertani maupun beternak dengan teknologi yang mumpuni. Menurutnya Perhiptani berperan untuk mencari solusi agar para petani dan peternak dapat menjalankan usahanya mendapatkan hasil yang bagus.

“Karena Kabupaten Pati ini terus terang punya pertanian, peternakan dan pertambakan. Jadi kita harus dorong terus potensi yang dimiliki Kabupaten Pati,” ungakap Wabup.

Petani dan peternak jika hanya diberi teori pasti tidak tergerak, bila tidak disertai bukti hasil nyata di lapangan.untuk itu Wabup memberikan harapan  penyuluh setidaknya punya lahan untuk percontohan.

“Dan semoga dengan bertani dan beternak secara baik petani maupun peternaknya bisa sejahtera. Kalau petani peternak sejahtera otomatis penyuluhnya juga sejahtera karena doa dari para petani dan peternak tersebut,” tambah Wabup.

Kesejahteraan Petani

Peningkatan kesejahteraan petani merupakan salah satu dari visi dan misi pembangunan pertanian dalam mencapai swasembada pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani. Selama ini tingkat kesejahteraan petani baru diukur dari besaran Nilai Tukar Petani (NTP) dan Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP), kemiskinan di perdesaan dan gini rasio di perdesaan.

Konsep Nilai Tukar Petani (NTP) merupakan rasio antara indeks yang diterima petani (IT) dengan indeks yang dibayar petani (IB) dan Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) merupakan ukuran kemampuan rumah tangga pertanian dalam memenuhi kebutuhan usaha pertaniannya, karena keterbatasan dari penghitungan dengan asumsi produksi tetap yang berubah hanya harga, maka dianggap kurang dapat mencerminkan kesejahteraan petani. Kemiskinan di perdesaan merupakan jumlah penduduk di bawah garis kemiskinan pada Rumah Tangga Pertanian (RTP).

Dalam Analisis Kesejahteraan Petani 2019 yang dikeluarkan oleh Kementerian Pertanian persentase jumlah RTP di Indonesia berdasarkan Susenas tahun 2018 adalah sekitar 23,71% dari total RT dan terjadi penurunan selama kurun waktu 2016 – 2018 sebesar 3,27% per tahun. Ratarata jumlah anggota RTP sebanyak 3,9 orang per RTP.

Perkembangan jumlah penduduk miskin di Indonesia dari tahun 2016 sd 2018 terlihat mengalami rata-rata penurunan per tahun sebesar 2,09%, yaitu dari 28,01 juta jiwa di tahun 2016 menjadi 25,95 juta jiwa tahun 2018 atau sebesar 10,83% dari jumlah penduduk Indonesia tahun 2016 menjadi 9,82% dari jumlah penduduk tahun 2018.