Bupati Harapkan Perbankan Mampu Berkompetisi dengan Sehat

 

Bupati Pati Hayanto dalam acara Grand Launching BNI Syariah Kantor Cabang Pembantu (KCP) Pati (Foto: patikab.go.id)

TAYU – Tumbuhnya lembaga-lembaga perbankan di Kabupaten Pati, baik perbankan konvensional maupun syariah, menunjukkan bahwa tingkat perekonomian masyarakat cukup bagus. Sebab, munculnya kantor cabang, kantor cabang pembantu, maupun kantor kas dari suatu lembaga perbankan tidak lain merupakan respons atas kebutuhan pasar. Hal tersebut disampaikan Bupati Pati Haryanto ketika menghadiri acara Grand Launching BNI Syariah Kantor Cabang Pembantu (KCP) Pati, Selasa (14/1/2020).

“Karena itu selaku kepala daerah, saya menyambut baik kehadiran KCP BNI Syariah di Pati. Dengan berdirinya cabang pembantu di sini, artinya mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Kalau dulu mungkin masyarakat lari ke Kudus, sekarang tidak perlu jauh-jauh. Di Pati sudah ada. Tempatnya pun bagus. Strategis, di perkotaan,” ujar Bupati.

Haryanto juga mendukung keberadaan bank-bank syariah lainnya di Kabupaten Pati. Menurutnya, lembaga perbankan atau keuangan yang dikelola secara syariah kini tengah mengalami tren positif.

“Masyarakat, khususnya Muslim, lebih “aware” terhadap ajaran Islam dalam hal ini. Karena itu, wajar jika lembaga-lembaga keuangan berbasis syariah terus bermunculan, termasuk koperasi-koperasi syariah,” ungkap Haryanto.

Mengelola Lembaga Secara Disiplin, Hati-Hati, dan Penuh Konsentrasi

Dengan banyaknya lembaga perbankan syariah yang ada, Haryanto berpesan agar masing-masing tidak perlu khawatir dengan iklim persaingan yang ada. “Banyak perbankan, sepanjang dikelola dengan baik, memberi pelayanan terbaik, pasti tidak akan ditinggalkan nasabah. Kompetisi wajar, tapi kompetisi yang sehat. Tidak usah khawatir dengan banyaknya pesaing,” imbuhnya.

Ia juga berpesan pada manajemen perbankan untuk mengelola lembaganya secara disiplin, hati-hati, dan penuh konsentrasi. Sebab, menurutnya, manajemen yang buruk dapat menjadikan lembaga keuangan, sebesar apa pun, tumbang dan pada akhirnya menjadikan masyarakat sebagai korban.

Ia pun menyinggung adanya pemberitaan-pemberitaan mengenai beberapa lembaga keuangan besar, bahkan ada di antaranya yang merupakan BUMN, yang mengalami persolaan cukup serius akibat manajemen yang buruk.

“Mendengar berita mengenai jatuhnya lembaga keuangan tertentu, kadang kita khawatir mau investasi dimana. Banyak juga koperasi bermasalah yang sudah memakan korban. Padahal masyarakat ingin yang aman,” pungkasnya.

Bagaimanapun, Haryanto meyakini, manakala dikelola dengan baik, lembaga keuangan pasti akan dipercaya masyarakat dan terus berkembang.