Widio Pranoto Raih Juara 1 Ajang Lomba INOBEL Tingkat Nasional

Widio Pranoto Guru Smkn 2 Pati Juara Inobel 2019 (Foto: gtk.kemdikbud.go.id)

GTK, Jakarta – Guru bahasa Inggris SMK Negeri 2 Pati Widio Pranoto mendapat Juara 1 di ajang Lomba Inovasi Belajar Tingkat Nasional (INOBEL) jenjang SMK tahun 2019 di Hotel Aston Marina Ancol Jakarta pada tanggal 27 November sampai dengan 1 Desember 2019, awalnya dia merasa pesimis saat akan mengikuti lomba ini. Sebab, dia merasa bahwa peserta yang mengikuti lomba ini merupakan guru-guru yang memiliki inovasi yang lebih dibanding dirinya.

“Saat akan mengikuti lomba,  saya merasa pesimis karena guru-guru Indonesia sangat kreatif  dan saya merasa karya-karya mereka lebih baik dari saya,” ungkapnya.

Widio Pranoto Meraih juara pertama pada Lomba Karya Inovasi Pembelajaran Bagi Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus kategori  Guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)  yang diselenggarakan oleh  Direktorat Pembinaan Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus merupakan hal yang tidak sangka olehnya.

“Saya merasa sangat berbahagia sekali, bersyukur sekaligus terkejut, karena sebenarnya banyak yang baik sekali. Ini persaingan sangat ketat tapi yang dibutuhkan juara 1,2 dan 3 harus ada, ” ungkapnya saat ditemui usai pemberian penganugerahan pemenang di Aston Marina Ancol, Jakarta, Sabtu (30/11) malam.

Pada lomba karya inovasi ini Widio membawakan hasil karyanya yang berjudul ‘Pengembangan Pembelajaran Bahasa  Ingris (English in cloud) Berbasis Revolusi 4.0 dan Keterampilan Berfikir Tingkat Tinggi. Keberhasilan yang telah dia raih bukan kerja keras dirinya. Tapi keberhasilan ini berkat dukungan dari warga sekolah dan para siswa.

“Ini bukanlah kerja keras dari saya tapi bersama warga sekolah.  Saya juga  mendapat dukungan dari siswa dan siswi SMK Negeri 2 Pati yang terus  memberikan semangat untuk menyelesaikan apapun yang saya mulai sampai selesai. Dan akhirnya membuahkan hasil yang terbaik,” kata Widio.

Langkah ke depan aplikasi yang di buat dapat dipakai tidak hanya oleh sekolahnya, tapi bisa dipakai oleh seluruh siswa atau siapa pun yang membutuhkan. Sehingga dapat memberikan kontribusi yang baik bagi pembelajaran bahasa Inggris terutama speaking.

“Latar belakang saya mengembangkan ini pertama karena keterbatasan sumber pembelajaran, banyak sekali sumber belajar yang tidak lengkap sehingga kami berinisiative memberikan sumber belajar yang lebih lengkap,” ungkap widio.

Saat proses belajar bahasa inggris, terutama speaking kurang interaktif. Inilah yang mendorong dirinya untuk mencari solusi dari masalah tersebut. Sehingga siswa tidak hanya bisa menulis tapi juga bisa berbicara dalam bahasa inggris.

INOBEL Tingkat Nasional

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menggelar sejumlah kegiatan dalam rangka Memperingati Hari Guru Nasional (HGN) tahun 2019. Diantaranya Direktorat Pembinaan Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus melalui Subdirektorat Kesejahteraan, Penghargaan, dan Perlindungan (Kesharlindun) menyelenggarakan Lomba Karya Inovasi Pembelajaran Bagi Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus yang laksanakan di Aston Marina Ancol, Jakarta pada 27 November s.d. 1 Desember 2019.

Kegiatan lomba tersebut berlangsung dengan sukses. Dan dewan juri pun mengumumkan para pemenang pada malam penutupan dan penganugerahan pemenang. Juga dihadiri oleh Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Supriano,  Direktur Pembinaan Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Sri Renani Pantjastuti, serta pada pejabat eselon 3 dan 4 di lingkungan Direktorat Pembinaan Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus.

Nama-nama para pemenang Lomba Karya Inovasi Pembelajaran Bagi Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus yakni, Katagori SMA Juara 1 Ika Desi Budiarti dari SMA Negeri 2 Mengwi, Bali, Juara 2 Eny Triastuti dari SMA Negeri 1 Yogyakarta, DIY, dan Juara 3 Ary Kusmawati dari SMA Negeri 9 Pontianak, Kalimantan Barat. Katagori SMK Juara 1 Widio Pranoto dari SMK Negeri 2 Pati, Jawa Tengah, Juara 2 Untung Supriyono dari SMK Negeri 2 Pekalongan, Jawa Tengah, dan Juara 3 Dwi Angga Oktavianto dari SMK Negeri  1 Binuang, Kalimantan Selatan. Katagori Sekolah Pendidikan Khusus Juara 1 Zulfajra dari SLB Negeri Aneuk Nanggroe, Kota Lhokseumawe Aceh, Juara 2 Eka Sari Lukitawati dari SLB Negeri Kota Tegal, Jawa Tengah, dan Juara 3 Vinna Mei Astuti dari SLB Hamong Putro Jombor.