KAHMI Pati Resmi Dilantik, Supremasi Kelas Menengah Menjadi Tawaran untuk Pembangunan Daerah

Pelantikan MD KAHMI, FORHATI, dan HIPKA Pati di Hotel Safin, Sabtu (7/12/2019).

Hotel Safin – Pengurus Majelis Daerah (MD) Korps Alumni HMI (KAHMI) Kabupaten Pati Resmi dilantik, Sabtu (7/12/2019), bertempat di Hotel Safin Pati. Acara ini juga dirangkaikan pelantikan Majelis Daerah Forum Alumni HMI Wati (FORHATI), dan Himpunan Pengusaha Korps Alumni KAHMI (HIPKA) periode 2019-2024.

Pelantikan tersebut dihadiri oleh Majelis Wilayah (MW) Jawa Tengah, Forkopimda, Partai Politik, Organisasi Masyarakat Se-Kabupaten Pati, dan seluruh kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kabupaten Pati. Presidium KAHMI Pati yang telah dilantik di antaranya, Bogi Yulistanto, SE, Zamroni, S.Ag, Kasnadi, M.Si, Wardjono, S.Ag, dan Agus Su’udi, SH, S.Pd.I.

Bogi Yulistanto presidum terpilih dalam sambutannya, ia menekankan pada aspek pentingnya kerjasama dengan pemerintah dan memenangkan persaingan, baik dalam penguasaan teknologi, ekonomi, dan politik.

“Pengurus KAHMI Pati harus siap mengambil peran bersama pemerintah Kabupaten Pati dalam mengatasi berbagai permasalahan,” ungkap Bogi.

Supremasi Kelas Menengah, Sebagai Tawaran dalam Perwujudan Pembangunan Peradaban Keummatan, Kebangsaan yang Diridhai Allah merupakan tema yang di angkat pada pelantikan KAHMI Pati, tawaran pembangunan kedaerahan juga diharpakan oleh dewan pakar KAHMI Pati, Edy Sulistyo sehingga mampu memberikan kegiatan nyata untuk Kabupaten Pati kedepannya.

“KAHMI Pati harus ada sinergi dengan pemerintah untuk membangun Pati dengan melakukan kegiatan nyata,” tutur Edy.

Pada kesempatan itu juga, KAHMI menggelar dialog interaktif dengan Majelis Wilayah Jawa Tengah Wahid Dasuki. Dalam dialognya Wahid mengungkapkan tantangan-tantangan KAHMI Kedepan bukan hanya berkolaborasi dengan pemerintah daerah, melainkan harus mampu menjaga nama baik KAHMI dengan menghadirkan suasana sejuk, damai, dan toleran.

“KAHMI Harus kritis dan cerdas terutama adanya upaya pembenturan antar ormas Islam melalui media sosial,” kata Wahid.

Supremasi Kelas Menengah

Kelas Menengah menemukan momentumnya dalam bersumbangsih pada skala yang lebih masif dibanding periode-periode lalu. Perjuangan kelas tersublimasi menjadi kolaborasi modal dan kekuasaan yang sama-sama berkepentingan pada output citra baik sebagai pembela khalayak paling representatif.

Hal ini menjadi tawaran yang diberikan KAHMI dalam mencapai pembangunan Daerah, sehingga mampu menggerakkan supremasi modal bersama. Membangun jejaring yang pada akhirnya dapat berbuah kekuatan signifikan pengubah tatanan perekonomian. Sebuah tatanan baru yang dicitakan Konstitusi; berdikari permanen.

Dalam bukunya Arif Giyanto seorang Jurnalis dan Ekonom yang berjudul Kelas Menengah Progresif mengungkapkan, sejumlah 70 persen dari total jumlah penduduk tersebut merupakan kekuatan utama untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

Pada waktunya, Kelas Menengah akan melakukan konsolidasi nasional, dengan caranya sendiri, yang terus relevan, kompatibel, dan feasible. Semangat mereka untuk mencapai kehidupan lebih baik yang tidak mungkin dapat digantungkan pada sistem era sebelumnya, justru melahirkan optimisme tak terbendung dan kerja keras berkelanjutan, tulis Arif Giyanto.