Bupati Pati Resmikan Cetya Gili Loka Pala

Bupati Pati Haryanto bersama ketua FKUB Kabupaten Pati meresmikan Cetya Gili Loka Pala di Dukuh Gilipaing Desa Giling Kecamatan Gunungwungkal (Foto: patikab.go.id)

GUNUNGWUNGKAL – Bupati Pati Haryanto bersama ketua FKUB Kabupaten Pati, para bikhu dan bikhuni, penyuluh agama Budha kabupaten Pati dan pembina Budha Jawa Tengah, meresmikan Cetya Gili Loka Pala di Dukuh Gilipaing Desa Giling Kecamatan Gunungwungkal. Minggu (1/12/2019).

“Cetya Giri Loka Pala ini kalau di agama Islam semacam mushola atau langgar” ujar Bupati.

Selaku kepala daerah, pihaknya menyikapi positif atas berdirinya tempat ibadah baik wihara, masjid, gereja, dan tempat ibadah lainnya termasuk Cetya ini. Karena menurut Haryanto, ini menunjukkan bahwa masyarakat maupun penganut kepercayaan agama ini, semakin meningkat ketakwaannya kepada Tuhan Yang Maha Esa.

“Saya selaku kepala daerah tentunya mengucapkan selamat dan mangayubagyo, semoga kehadiran tempat-tempat ibadah yang baru ini memberikan kenyamanan beribadah khususnya bagi umat Budha yang ada di desa giling dan sekitarnya”, jelasnya.

Perbedaan Menjadi Sebuah Keindahan

Haryanto menuturkan selama ia menjabat kurang lebih 7 tahun 3 bulan, sudah banyak tempat-tempat ibadah yang didirikan dan tidak ada konflik. “Ini yang patut kita syukuri. Kita tidak bisa memaksakan seseorang harus menganut satu paham atau suatu agama tertentu, dan kita juga tidak usah khawatir kehadiran dari para pemeluk pemeluk agama yang berbeda dengan kita, karena memang negara melindungi keberadaan daripada agama yang kita anut. Sehingga bapak ibu sekalian tidak usah khawatir, dan justru yang harus kita khawatirkan adalah orang orang yang berusaha memecah belah umat dan membuat suasana tidak kondusif”, tutur Bupati.

Perbedaan yang ada di tengah masyarakat menjadi keindahan bagi masyarakat Gunungwungkal. Karena rasa saling menghargai dan toleransi itu terjalin, maka tercipta kehidupan yang rukun, damai dan saling mengasihi. Sehingga keindahan itu akan terwujud dengan baik.

Bupati berharap kerukunan umat beragama di desa Giling ini semakin guyub walaupun berbeda keyakinan dan umat Budha juga semakin meningkat baik ibadah maupun tingkat ketaqwaannya.