Komunitas Kopi Pati Memecahkan Rekor Minum Kopi Sebanyak 15.000 Orang

Bupati Pati beserta jajaran Forkopimda menerima penghargaan dari Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI). (Foto: IG Humassetda Pati)

Alun-alun – Pemecahan Rekor Muri Minum Kopi Organik sebanyak 15.000 orang, sekaligus peresmian alun-alun baru Pati, Sabtu (30/11/2019). Bupati menuturkan bahwa, revitalisasi alun-alun ini adalah tuntutan sebagaimana dari Undang-undang nomor 26 Tahun 2007 dimana daerah-daerah dalam perkotaan diharapkan paling tidak 20- 30% terdapat ruang terbuka hijau.

“Revitalisasi alun-alun yang sudah selesai kita buka untuk masyarakat umum. Masyarakat bisa memakainya dan juga menjadi jantung paru-paru perkotaan agar masyarakat bisa menghirup udara yang sehat,” ungkap Bupati.

Dibukanya alun-alun Pati yang menghabiskan anggaran hingga 8 miliar ini, bersamaan juga dengan perkenalan produk kopi organik. Bukan hanya itu, para siswa dan ASN yang ikut meramaikan pemecahan rekor ini juga membawa ecobrick yang ditata rapi di sekeliling alun-alun. Serta penampilan 800 pelajar binaan Disdikbud turut memeriahkan dengan tari kolosal.

“Pembukaan alun-alun ini sekaligus mengenalkan produk kopi organik untuk promosi daerah. Karena tidak hanya wisata kuliner tetapi kita juga punya produk-produk unggulan seperti kopi organik. Kemarin kita juga memberikan nama untuk kopi Pati. Dimana kopi Pati tersebut sudah mempunyai nama masing-masing,” tandas Bupati.

Bupati Haryanto berharap, kepada seluruh masyarakat menjaga keasrian alun-alun baru, karena ini adalah revitalisasi menggunakan uang rakyat yang cukup besar. Kita peruntukkan persembahkan untuk masyarakat.

“Dalam peresmian ini kita mengundang MURI yaitu untuk mempromosikan bahwa Pati ini juga termasuk tergolong produksi kopi dan tidak hanya kopi yang oleh masyarakat, tapi juga punya kopi organik yang beberapa waktu lalu mendapat penghargaan ditingkat Provinsi Jateng dan mendapat sertifikat kopi organik,” tambah bupati.

Rekor Muri

Peresmian alun-alun simpang 5 baru selesai dibuka dengan kegiatan minum kopi organik jenis robusta. Kopi organik adalah kopi yang seluruh prosess penanamannya tidak melibatkan bahan kimia. Khusus untuk lahan kopi, di Pati sudah sejak tahun 2004 tidak menggunakan pupuk buatan dan telah bersertifikasi.

Dengan Rekoris Bupati Pati, Komunitas Kopi Pati, Pati Creative Forum dan Bank Jateng, 15.000 peserta dari anak sekolah, seluruh OPD dan masyarakat umum minum kopi mulai yang telah disediakan.

Sebanyak 160 kilogram kopi organik yang diseduh berasal dari 4 kecamatan kolompok tani di Kabupaten Pati, yaitu Kecamatan Gembong,Tlogowungu, dan Gunungwungkal. Kegiatan ini bertujuan mengenalkan kopi Pati kepada masyarakat luas serta mengembangkan potensi alam Kabupaten pati berupa 2200 hektare kebun kopi dengan olahan organik.