Generasi Millenial Tenangkan Hati Melalui Al-Qur’an

Para kafilah Kabupaten Pati saat mengikuti Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Pelajar ke 34 tingkat Jawa Tengah. (Foto : patikab.go.id)

Asrama Haji Donohudan – Prestasi yang membanggakan bagi setiap manusia adalah dapat mendekatkan diri kepada tuhan yang maha esa, dan cara yang paling efektif bagi muslimin dengan membaca Al-Qur’an. Dengan itu, hati yang sering mengalami gejolak batin menjadi tenang.

Patut kita banggakan, Generasi Millenial di Kabupaten Pati belum lama ini mendapat gelar juara umum sekaligus mempertahankan piala bergilir untuk ketiga kalinya dalam ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Pelajar ke 34 tingkat Jawa Tengah, pada Rabu (20/11/2019) di Asrama Haji Donohudan Kabupaten Boyolali.

Hal senada juga dikatakan oleh Ketua Umum Majelis Ulama’ Indonesia (MUI) Jateng sekaligus Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQL) Jateng KH. Ahmad Darodji bahwa dengan gejolak batin para pemuda di zaman sekarang dapat di atasi dengan membaca Al-Qur’an.

“Generasi milenial yang sering mengalami gejolak batin dan perasaan karena perubahan zaman, cara membuat tenang hatinya ya melalui Al-Quran,” ucap Darodji.

Rasa syukur juga di ucapakan oleh Kepala Bagian Kesra Setda Heri Supriyono, yang juga mewakili Bupati Pati atas prestasi yang diraih para kafilah Pati, karena Kabupaten Pati mendapat skor tertinggi yaitu 23, dengan diikuti Kabupaten Wonosobo (15), Kebumen (14), Rembang (12), Klaten (11), Demak (10), dan Kudus (8).

“Tahun ini adalah MTQ bersejarah buat Kabupaten Pati karena tiga kali berturut-turut menjadi juara umum sehingga piala bergilir Gubernur tetap menjadi milik Kabupaten,” ungkap Heri.

Heri juga berpesan agar Al-Qur’an tidak hanya pada ucapan, tapi yang terpenting dilaksanakan dalam tingkah laku sehari hari.

Pendidikan Moral Al-Qur’an

Amanah merupakan prinsip moral yang diungkapkan al-Qur’an dan diwajibkan atas kaum muslim. Amanah diharapkan dapat menjadi salah satu lokomotif pendidikan yang menyiapkan manusia agar menjadi pribadi saleh dalam kehidupan masyarakat Islam.

Amanah terkait dengan kewajiban, Ia tidak bisa dipahami kecuali untuk mengenali kewajiban. Kewajiban yang berkaitan dengan amanah bisa bersifat material atau maknawi, bersifat keagamaan atau tidak. Pengenalan terhadap kewajiban-kewajiban tersebut dan pelaksanaannya merupakan jalan untuk menjelmakan masyarakat sentosa.

Menurut Rika Sa’diyah dalam Insania: Jurnal Kependidikan, Vol. 18, perkembangan intelektual manusia pada masa usia dini atau masa keemasan mencapai 80%, dan akan mencapai 100% pada usia 18 tahun. Dengan kata lain, sebagian besar perkembangan otak manusia terjadi pada masa usia dini. Jadi, apapun yang orang tua lakukan pada anak ketika usia dini, akan berpengaruh besar bagi perkembangan intelektual pada masa selanjutnya. Sebaliknya, apapun yang orang tua lakukan bagi perkembangan otak anak pada masa setelah usia dini hingga usia 18 tahun, hanya akan berkontribusi sedikit yakni 20% saja.

Apalagi setelah usia 18 tahun, anak tidak akan mengalami perkembangan apapun. Oleh karena itu, sangat penting mengisi masa keemasan dengan rangsangan-rangsangan yang sifatnya mendidik dan memberikan pengetahuan.

Dengan mendidik melalui Al-Qur’an sejak dini diharapkan mampu membentuk moral baik antar sesama dalam lingkup masyarakat, dan hal ini sudah terfasilitasi dengan adanya lomba-lomba MTQ Tingkat Pelajar dari umur 6-18 Tahun, harapannya mampu menjadikan motivasi bagi generasi millennial dalam membangun moral baik seperti yang di ajarkan Al-Qur’an.