Bupati Pati Populerkan Olahraga Berkuda

Bupati Pati Haryanto berkesempatan mengelilingi Alun-alun Simpang Lima Pati dengan berkuda. Bupati yang memakai perlengkapan berkuda (Foto: IG Humassetda Pati)

Alun-alun, PATI – Dalam momen Car Free Day (CFD) Bupati Haryanto turut memopulerkan olahraga kuda. Ia hadir menunggang kuda lengkap dengan atribut berkuda. Bupati bersama Pordasi berkuda dari kawasan alun-alun hingga sepanjang Jalan Panglima Sudirman, minggu (17/11).

Haryanto menjanjikan bakal membenahi sarana dan prasarana (Sarpras) penunjang olahraga berkuda. Apalagi atlet yang tergabung dalam Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (PORDASI) Pati cukup solid. Pembenahan itu sendiri dikatakannya akan dilakukan secara bertahap. Mulai dari mengenalkan olahraga berkuda kepada masyarakat, hingga mencetak atlet pacuan kuda yang mumpuni untuk mengharumkan nama Kabupaten Pati.

“Di Pati ini, sudah lama ada klub Pordasi. Namun karena belum bisa membangun sarana olahraga kuda secara maksimal, kami akan secara bertahap melakukan pembenahan,” ungkap Haryanto.

Sebenarnya olahraga berkuda di Kabupaten Pati cukup berprestasi. Hal itu dilihat dari kiprah atletnya. Seperti Galih Rasiono yang sempat masuk seleksi tim Asian Games 2018 lalu. Atlet berkuda dari Pati juga pernah mengantarkan tim Jawa Tengah meraih medai perak PON XIX 2016 di Jawa Barat. Sayangnya, fasilitas olahraga berkuda seperti arena pacuan dan equestrian di Kabupaten Pati belum memiliki. Latihan dilakukan seadanya. Seperti beratih di lapangan sepakbola kampung, dan sesekali sewa arena khusus di Semarang. ”Biasanya latihan di MPS Stable Indoor Arena,” kata Qomarul Huda, Ketua Umum Persatuan Olahraga Berkuda Indonesia (Pordasi) Kabupaten Pati.

Berupaya Menjaring Atlet

Didampingi anggota Pordasi, Bupati yang mengenakan perlengkapan berkuda menambahkan, akan rutin menggelar event olahraga berkuda yang dilangsungkan di tingkat desa untuk menjaring atlet pacuan kuda. “Dari tingkat desa-desa dulu, mengadakan event yang sifatnya lokal. Di situ, atlet yang memiliki skill dan kompeten saya rasa bisa didapat,” terangnya.

Haryanto juga berharap, Pordasi Pati turut membantu mencetak atlet andalan dan menyiapkan kuda pacu yang memiliki fisik dan stamina bagus. Dengan begitu sinergitas untuk menyemarakkan olahraga berkuda di Kabupaten Pati bisa tercapai. “Mudah-mudahan pengurusan Pordasi bisa memaksimalkan atlet-atlet andalan dan perlu juga dikenal luas. Kuda-kuda yang sangat bagus, agar ke depan bisa lebih maksimal pembinaan dari Koni maupun pengurusan Pordasi,” imbaunya.

Sementara itu, anggota Pordasi Pati, Rudi Setiawan mengatakan, adanya kuda di sepanjang Jalan Panglima Sudirman dan Jalan Pemuda pada CFD kaki ini, sebagai salah satu langkah mengenalkan kembali olahraga berkuda kepada masyarakat. “Tujuan keberadaan kuda ada di CFD ini selain untuk berolahraga, juga untuk mempertahankan tradisi dan memasarkan kuda kembali kepada masyarakat,” ujarnya.

Agar masyarakat yang tengah ber-CFD tidak risih dengan feses kuda, pihaknya pun telah menyiapkan kantong langsung yang dikenakan pada kuda. “Sedangkan untuk kotorannya sendiri ada kantong langsung otomatis untuk menyimpan kotoran kuda, agar masyarakat tidak terganggu,” jelasnya.

Bupati Pati mengungkapkan akan secara bertahap melakukan pembenahan. Di antaranya dengan mempersiapkan atlet-atlet pacuan kuda, dari tingkat desa-desa mengadakan event yang sifatnya lokal.