Bank Sampah Sri Wedari, Memilah Sampah Menabung Emas

Peresmian Bank Sampah Sri Wedari Selasa (2/7/2019) bertempat di Balai Desa Wedarijaksa, Kecamatan Wedarijaksa, Kabupaten Pati. (Foto : Humassetda Pati)

Wedarijaksa – Selasa (2/7/2019) di Balai Desa Wedarijaksa. Pihak desa, Karang Taruna Wedarijaksa dengan menggandeng PT Pegadaian, meresmikan Bank Sampah Sri Wedari dalam upaya menanggulangi dampak dari sampah.

Dengan mengusung Konsep  ‘Memilah Sampah Menabung Emas’  diharapkan masyarakat tidak lagi membuang sampah sembarangan, akan tetapi dengan sampah dapat menabung emas.

Peresmian bank sampah ini dihadiri oleh Wakil Bupati Pati Saiful Arifin dan Senior Vice Presiden PT Pegadaian Persero Kanwil XI Semarang, Mulyono.

Syukur dan terima kasih telah di ucapkan Kepala Desa Wedarijaksa Bambang Prihanto, kepada sejumlah pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini. Menurutnya, peresmian bank sampah ini merupakan salah satu bentuk tindakan segera dalam mengatasi permasalahan sampah.

“Semoga kegiatan peresmian ini, ke depan dapat bermanfaat bagi masyarakat sekitar pada khususnya dan masyarakat se – Kabupaten Pati pada umumnya”, ujar Bambang. Ia juga menyebut bahwa permasalahan sampah amat dilematis di masyarakat. Bank sampah “Sri Wedari” ini, ia harapkan dapat bermanfaat serta mampu mengurangi dampak buruk dari sampah. “Sebab penanganan sampah merupakan tanggung jawab bersama,” tuturnya.

Dalam sambutan Wakil Bupati Pati Saiful Arifin mengungkapkan program ini sangat baik sekali. Terlebih bahwa sampah ini, menimbulkan permasalahan banyak pihak.

“Semoga ini mendapat apresiasi dari masyarakat setempat. Terlebih, warga dari beberapa RT setempat telah menabung untuk ditukar dengan emas. Ini begitu luar biasa dan bermanfaat,” ungkap Wabup.

Harapannya program – program CSR dari BUMN lainnya dapat menyasar juga ke desa- desa lain, tidak hanya di Desa Wedarijaksa saja.

“Tidak hanya program bank sampah di sini saja. Namun kita Pemkab juga sebenarnya sudah memiliki program bank sampah di desa – desa lain. Tak hanya dari Pegadaian, dari pemerintah desa pun juga bisa, melalui dana desa maupun BUMDes-nya,” tambah Wabup.

Menabung Emas

Senior Vice Presiden PT Pegadaian Persero Kanwil XI Semarang Mulyono menjelaskan, bahwa ini merupakan salah satu upaya dalam menyejahterakan negara adalah memperbaiki ekosistem maupun ekologi. Sebab, negara yang sejahtera adalah negara yang lingkungannya terkelola dengan baik.

“Baik dari ekosistemnya maupun ekologinya yang dimulai dari pemilahan sampah. Oleh karena itu, ini merupakan konsep pertama yang terjalin antara PT Pegadaian dengan Desa Wedarijaksa. Selain itu dengan konsep ini, dapat menukar sampah dengan sesuatu yang berharga. Serta memilah sampah menjadi lebih bernilai. Yang mana ini bertujuan, menjadikan sampah menjadi investasi individu dalam bentuk tabungan emas,” tuturnya.

Dalam konsep bank sampah ini, diharapkan masyarakat di rumahnya dapat memilah terlebih dahulu sampah yang bernilai ekonomis. Apabila diuangkan, senilai lebih dari Rp 7.000 atau Rp 6.750, sudah bisa mendapatkan simpanan / emas sejumlah 0,01 gram.

“Apabila sampah yang diuangkan mencapai Rp 700.000, maka simpanan emas yang dihasilkan sebesar lebih dari 1 gram. Padahal, konsumsi sampah di masyarakat selalu meningkat. Sebab segala kebutuhan masyarakat telah dikemas dan diawetkan dalam bentuk plastik,” tandasnya.