Diskominfo Sosialisasikan Aplikasi Smartcity Untuk Disabilitas

Sosialisasi Aplikasi Smartcity Bagi Disabilitas (Foto : patikab.go.id)

Kaborongan, PATI LOR – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) mengadakan sosialisasi aplikasi smartcity bagi disabilitas di Kabupaten Pati Senin (01/04/2019) di Aula. Kegiatan ini  dihadiri oleh Komunitas Difable Pati dan penyandang disabilitas umum.

Aplikasi ini sangat membantu sekali untuk masyarakat, terutama bagi kemampuan khusus disabilitas yang akan diadopsi di aplikasi smart city yang akan memberikan kemudahan bagi penggunanya.  

“saya ingin sekali mengenal panjenengan semua biar tambah akrab. Saya ingin menandaskan ke pak Lalang agar kemampuan panjenengan semua bisa diadopsi di aplikasi smart city ini, dan aplikasi ini semua orang harus tahu agar bisa lebih dikembangkan lagi,” tandas Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Pati, Lilik Suyanto.

Keahlian-kehlian para penyandang disabilitas akan dikelompokkan sesuai bidangnya. seperti service elektronik, penjahit, pedagang, catering, isi ulang air galon, rental pengetikan dan design, sol sandal, tukang pijat, tukang parkir, pembuat makanan kecil seperti kue dan kerupuk bawang, mahasiswa, mengajar tunanetra, toko kelontong dan montir.

Smartcity Bagi Kemajuan Kota

Kota cerdas dengan penggunaan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/ AI) / Teknologi Informasi (TI) yang besar dianggap sebagai salah satu sentral untuk mengatasi kompleksitas kota yang berkembang, sementara model simulasi perkotaan yang dikembangkan dalam konteks CTC (Complexity Theories Of Cities) dianggap salah satu diantara teknologi komunikasi informasi baru yang memungkinkan penyempurnaan kota (Batty et al 2012).

Hal itulah yang membuat smartcity sebagai salah satu trobosan untuk membangun kota cerdas dengan Teknologi Informasi (TI). Dengan adanya TI dimaksudkan para masyarakat dari berbagai lapisan mampu menikmati fasilitas kota lewat teknologi.

Kota adalah sistem-sistem yang saling terkait. Pekerjaan dinamis sedang berjalan, dengan kemajuan sebagai semboyannya. Sebuah tripod [infrastruktur, operasi, orang] yang mengandalkan dukungan kuat untuk dan diantara masing-masing pilarnya, menjadi kota yang lebih cerdas untuk semua (IBM 2015).

Dengan adanya aplikasi smartcity memungkinkan kemajuan kota dapat terealisasi dengan cepat dan mudah.

Sistem perkotaan yang cerdas dapat memberikan nilai ekonomi yang tinggi untuk uang dalam konteks manajemen lalu lintas yang lebih baik, karena diperkirakan kemacetan di Uni Eropa menyebabkan kerusakan ekonomi satu persen di PDB (Komisi Eropa 2014).