Agrowisata Kebun Jollong, Wisata Daerah Unggulan Pati

Area Wisata Jollong yang berdekatan dengan pabrik pengolah kopi (Abdullah Asshoodiq)

Sitiluhur, TLOGOWUNGU – Jollong merupakan destinasi wisata di lereng gunung muria bagian timur yang sangat menarik untuk dikunjungi oleh para wisatawan, baik dari dalam maupun luar pati. Dengan panorama yang masih asri membuat para wisatawan betah berlama-lama di jollong.

Objek wisata Jollong terletak di Desa Sitiluhur Kecamatan Gembong Kabupaten Pati. Berada di area perkebunan dan pabrik kopi dengan ketinggian 700 – 900 meter diatas permukaan laut, tentunya akan membuat wisatawan merasa di manjakan oleh keindahan alam dengan nuansa dingin khas pegunungan.

Hamparan perkebunan juga menjadi salah satu daya tarik Agrowisata Jollong. Dengan lahan seluas 530 hektar, pengunjung dapat menikmati beberapa perkebunan diantaranya kebun kopi, jeruk, buah naga dan juga taman bunga krisan.

Untuk para pengunjung yang ingin berkeliling ke perkebunan, pihak Agrowisata Jollong menyediakan kereta wisata. Biaya sewa kereta wisata dibandrol harga Rp. 150.000 – Rp. 250.000 untuk kapasitas 10 – 12 orang dengan jarak tempuh 4 – 5 km.

Agrowisata Jollong juga menyuguhkan wahana lainnya berupa Out Bound kids, Flying Fox, Terapi Ikan, dan yang paling terbaru adalah Jollong Garden Valey. Jollong Garden Valey merupakan taman selfie yang menyediakan beberapa spot foto instagramable cocok untuk generasi milenial jaman sekarang.

Dengan membayar tiket masuk Rp.6.000 per orang wisatawan dapat menikmati indahnya air terjun grenjengan, taman bunga, taman keluarga dan rumah pohon yang jadi spot favorit untuk swafoto (selfie). Bukan hanya itu, wahana outbond, flying fox serta kolam terapi ikan dapat diminati dengan membayar tiket Rp.10.000 per orang untuk tiap wahana.

Yang menjadi ciri khas Agrowisata Jollong adalah Kopi Jollong. Karena memang di wilayah ini merupakan sentra penghasil kopi di kota Pati. Agrowisata ini sedang dalam tahap pengembangan. Kebun Jollong memiliki lahan seluas 527,63 hektar dimana 16 hektarnya merupakan tanaman buah naga dan sisanya dominan tanaman kopi. Setiap tahun kebun Jollong mampu memproduksi jenis robusta yang memiliki ciri khas sekitar 179 ton kopi kering mentah.

Kopi jollong banyak diminati bukan hanya di pasaran dalam negeri, tapi mampu menembus pasar luar negeri. Tiap tahunnya sebagian produksi kopi jollong diekspor ke Italia dan Jepang. juga negara-negara di Timur Tengah. Kopi jollong ada yang diolah dalam bentuk bubuk siap saji maupun telah dikemas secara modern.

Pengembangan Dan Pengelolaan Agro Wisata

PT Perkebunan Nusantara IX Kebun Jolong menendatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati pada tahun 2018 tentang Pengembangan Dan Pengelolaan Agro Wisata Kebun Jollong Desa Sitiluhur Kecamatan Gembong. Kewajiban Pemkab adalah memfasilitasi jalan infrastruktur sedangkan hak Pemkab yaitu memperoleh retribusi 10%. Dengan agro wisata ini, Pati tidak hanya menjadi kota transit saja, melainkan tujuan utama para pelancong untuk melepaskan penat dengan ragam destinasi wisata di kabupaten bertajuk Bumi Mina Tani.

Bupati berharap semua pihak terkait tetap semangat dalam mengembangkan wisata Pati, khususnya di Agrowisata Kebun Jollong tersebut, Meski di awal masih merugi.

“Yang jelas garis besar kesepakatan dalam MoU adalah untuk membangun kebersamaan dalam pengembangan wisata agro Kebun Jollong sekaligus juga untuk meningkatkan pembangunan dan wisata daerah,” ungnkap Haryanto dalam acara penandatanganan MoU.