Gubernur Jawa Tengah Memberikan Insentif Kepada Guru Ngaji

Silaturahmi Gubernur Jawa Tengah dengan Ustad/ Ustadzah Se – Kabupaten Pati di GOR Pesantenan (Foto : IG Humassetda Pati)

Puri, GOR PESANTENAN — Anggaran insentif untuk guru Madrasah Diniyah (Madin), TPQ, guru ngaji dan pengasuh pondok pesantren telah di alokasikan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah yang akan diberikan melalui dana hibah dengan total sekitar Rp 205 miliar. Hal ini disampaikan Ganjar Pranowo saat menyerahkan bisyaroh kepada guru ngaji di GOR Puri Pati (27/3/2019) di sela rangkaian kunjungan kerjanya di kabupaten Pati.

“Dulu ketika sama Gus Yasin punya niat, jika kelak terpilih memimpin Jawa Tengah, ayo bantu guru-guru ngaji. Karena perjuangan guru-guru madrasah dalam mendidik anak-anak kita sangat luar biasa. Ini penghormatan kami kepada panjenengan, semoga barokah,” tambah Ganjar.

Pemberian dana itu sebagai bentuk dukungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah terhadap guru madrasah agar semakin bermutu dan profesional dalam mendidik generasi masa depan.

“Sudah menitipkan anak-anak sehingga tahu agama, bisa ngaji, mengerti tentang berislam dengan baik dan bisa menyampaikan Islam rahmatan Lil alamin betul-betul bisa diwujudkan. Dengan satu harapan, kami hanya menyampaikan terimakasih. Kami tidak bisa memberikan banyak, tapi itu rasa cinta kami pada mereka yang kita wujudkan dengan pemberian, yang kami malu sebenarnya karena terlalu sedikit. Tapi dengan itu insyaallah ini jadi ikhtiar kita untuk memperhatikan mereka,” ungkapnya.

Data yang dihimpun Bagian Humas Setda, besaran bantuan yang diberikan Pemkab pada guru agama non formal seperti guru Madin, TPQ, sekolah minggu, dan guru agama lain, setiap tahun mengalami kenaikan. Tahun 2014 Nilai bantuannya hanya Rp 250 ribu, kemudian meningkat menjadi Rp 300 ribu pada 2015, meningkat lagi menjadi Rp 400 ribu tahun 2016 kemudian 2017 menjadi Rp 500 ribu, lalu 2018 Rp 600 ribu, serta yang terakhir di 2019 ini nilainya mencapai Rp 750 ribu per guru.