Satpol PP Melakukan Pendektan Humanis Dengan Membuat Satpoltik


Giat Patroli rutin Satuan Polisi Pamong Praja (IG : Humas Setda Pati)

PATI KOTA – Pati, Giat Patroli rutin Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) ada yang berbeda, kali ini yang berpatroli seorang Satpol PP Cantik atau biasa di sapa Satpoltik. Dengan menyusuri sepanjang jalan protokol Kota Pati, mereka menertibakan Pengemis, Gelandangan, dan Orang Terlantar (PGOT), Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan di luar jadwal, dan warga masyarakat yang memakirkan kendaraannya di Trotoar.

Kabid Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat (Tribumtamas) Satpol PP Pati Udhi Harsilo Nugroho menyampaikan, regu ini dibentuk untuk menjalin pendekatan secara humanis antara Satpol PP dan Masyarakat.

“Oleh karena itu atas seizin Kepala Satpol kita membentuk regu Satpoltik yang memiliki kemampuan untuk melakukan pendekatan yang humanis. Jumlah total anggota Satpoltik ada 8 yang dibagi menjadi empat orang per shift tugas,” tandas Udhi.

Selain itu Satpoltik juga rutin mengingatkan kepada umat muslim di sekitar pusat kota untuk segera ke masjid menunaikan Shalat Jumat dan pembinaan bagi siswa-siswi sekolah yang berkeliaran pada jam belajar .

“Selain itu pembinaan juga menyasar siswa yang mangkal di fasilitas umum seperti Alun-alun Kota Pati, hutan kota, dan taman air mancur pada jam sekolah.  Untuk sanksi, sementara ini cukup pembinaan dan pendekatan persuasif, humanis,” tambahnya.

Woro Tri Wulan A., anggota Satpoltik mengungkapkan, pembentuakan regu sapoltik ini hanya melakukan pendekatan secara humanis, dan pembinaan, untuk penanganan lebih lanjut ada regu tersendiri dalam Satpol PP.

“Karena regu ini hanya melakukan pendekatan dalam lingkup pembinaan saja maka ketika ada PGOT ataupun PKL yang masih membandel, kami akan melaporkannya dengan regu putra untuk penanganan lebih lanjut,” tandas Woro.

Good Governance

Pelayanan Publik yang humanis, saat ini yang digencarkan oleh Satpol PP menjadi contoh untuk instansi pemerintahan yang lain. Dengan memberikan bantuan dan kemudahan kepada masyarakat dalam rangka mencapai tujuan tertentu, itu yang disebut substansi pelayanan publik.

Pelayanan publik ini menjadi semakin penting dengan keaneka ragaman tujuan yang diperlukan Masyarakat, pegawai dituntut untuk mampu memberikan bantuan dan kemudahan dalam memenuhi kebutuhan dan kepentingan masyarakat. Sikap menolong, bersahabat, dan profesional dalam memberikan pelayanan jasa atau produk dari suatu instansi yang memuaskan masyarakat dan menyebabkan masyarakat datang kembali untuk mohon pelayanan instansi tersebut adalah Inti dari pelayanan masyarakat.