Peresmian Balai Pembenihan Ikan Salin, Komoditas Unggul Budidaya Dibidang Perikanan

Peresmian Balai Pembenihan Ikan Salin (Humassetda Pati)

Dororejo, TAYU – Balai Pembenihan Ikan Desa Dororejo, Kecamatan Tayu diresmikan Selasa (22/1/2019) oleh Wakil Bupati Saiful Arifin (Safin), dan dihadiri oleh Dinas Kelautan, Penyuluh Perikanan, pemerintah desa serta petani tambak pembudidaya nila salin setempat. Safin menyampaikan budidaya ikan salin bisa berkembang pesat dengan adanya kantor baru, karena bisa menunjang sektor pemasaran dan lainnya.

“Ditambah lagi dengan adanya kantor ini nantinya diharap bisa ditunjang dari beberapa sektor lain yang tidak hanya pembudidayaan bibit saja tetapi juga dalam hal pemasaran dan lainnya. Kami percaya budidaya nila salin alam bisa berkembang,” tandas Safin.

Safin melanjutkan bahwa bisnis kolaborasi bersama untuk maju dan berkembang menjadi bisnis yang berlaku saat ini. Diharapkan juga gedung baru ini mampu menjadi pusat diskusi para petani untuk meningkatkan produktifitas nila salin.

“Kami berharap gedung bagus ini selalu diramaikan untuk diskusi yang positif. Sehingga kebutuhan bibit petani di Kabupaten Pati bisa dipenuhi di kantor yang ada di Desa Donorejo Kecamatan Tayu,” ujarnya.

Harapnanya pembudidaya nila salin agar mampu mengajak teman yang merantau untuk bersama membangun bisnis di sector perikanan. “Agar bisa memacu teman lain setelah merantau bisa berkarya dengan modal yang telah didapat,” tambah Safin.

Budidaya Nila Salin

Nila Salin merupakan komoditas unggul yang telah melalui proses adaptasi dari semula salinitas 0 ppt (tawar) ke salinitas mencapai 20 ppt (payau). sejak  diperkenalkannya ikan nila salin 4 tahun lalu mampu mendongkrak perekonomiam masyarakat secara signifikan.

Ikan nila salin pertumbuhannya lebih cepat (3 bulan sudah panen), harga  yang lebih baik dan cita rasa dagingnya yang lebih disukai konsumen itulah kenapa masyarakat mulai ramai menggeluti usaha nila salin ini.

Rumah Makan Nila Sari di desa Tanggulsari Kecamatan Tayu, menyampaikan nila salin saat ini mulai mendominasi pasar ikan di Pati. Menurutnya konsumen saat ini mulai melirik ikan jenis ini sebagai menu lauk sehari hari karena dagingnya yang lezat, tekstur daging lebih baik dan daging lebih tebal.

“Kawasan pengembangan nila salin ini nantinya diharapkan akan memberikan kontribusi bagi peningkatan pendapatan masyarakat, dan perekonomian daerah. Bagi Pemerintah pusat, dengan pengembangan ini akan mendongkrak produksi perikanan budidaya nasional. Apalagi kehadiran pak Dirjen Budidaya beberapa waktu lalu, menjadi titik tolak bagi kami dalam mendorong kawasan ini sebagai sentra budidaya patin nasional,” Pungkas Edy Pemilik Rumah Makan Nila Sari.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Slamet Soebjakto menyatakan bahwa Kabupaten Pati merupakan satu satunya kawasan budidaya nila salin terbesar di Indonesia. Oleh karenanya, Kementerian Kelautan dan Perikanan akan mendorong Kabupaten Pati ditetapkan sebagai kawasan nila salin berkelanjutan nasional. Slamet juga memastikan melalui penetapan kawasan ini, maka akan terwujud pusat  kegiatan ekonomi berbasis komoditas unggulan nila salin dan secara langsung mendorong pergerakan ekonomi masyarakat dan daerah.

“Kami telah berikan dukungan alat berat escavator, disamping nanti kami akan alokasikan program Irigasi tambak partisipatif (PITAP) berbasis padat karya di kawasan ini, sehingga terbangun Kawasan yang memenuhi syarat keberlanjutan. Disamping itu, KKP akan memberikan dukungan pakan mandiri untuk menurunkan cost produksi, dan membuat balai bengong sebagai sarana diskusi, transfer informasi teknologi dan pasar. Satu hal yang yang sangat penting adalah agar masyarakat menjaga kelestarian lingkungan, sehingga Kawasan nila salin ini terjamin keberkelanjutannya,” ungkap Slamet.