KKN STAI Pati Gungungwungkal Gelar Bazar UMKM

Pentas Rebana di Bazar UMKM KKN STAIP

GUNGUNGWUNGKAL – Kuliah kerja Nyata (KKN) Sekolah Tinggi Agama Islam Pati (STAIP) mengadakan Bazar Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Jum’at (23/11/2018) di Lapangan Desa Gunungwungkal, Bazar ini bertujuan untuk mengenalkan unit usaha setiap desa yang ada di Kecamatan Gunungwungkal kepada masyarkat sekitar.

Ahmad Subkhi Koordinator Kecamatan (Korcam) KKN STAIP mengungkapkan Bazar ini dilakukan untuk menumbuh kembangkan minat warga dalam mempromosikan produk lokal.

“masing-masing desa memiliki keunggulan sendiri-sendiri, mulai dari kerajinan maupun hasil bumi, jadi kita melaksanakan kegiatan ini sudah bisa memberikan modal pengenalan produk pengusaha mikro kepada pasar,” terangnya.

Kegiatan bazar ini merupakan runtutan dari kegiatan KKN yang sudah berlangsung selama 40 Hari di Kecamatan Gunungwungkal.

Tika, salah satu peserta bazar sekaligus Koordinator Desa (Kordes) Pesagen, sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan KKN STAIP karena menurtnya bisa sebagai pengenalan produk rumahan.

“produk seperti teri nasi yang di kemas bagus ini sangat laku dipasaran, malahan dengan adanya bazar KKN STAIP mampu membantu mempromosikan produk ini” ungakapnya.

Tidak hanya Bazar UMKM, KKN STAIP juga akan mengadakan turnamen voli yang berlangsung pada tanggal 24-25 Desember 2018 di Lapangan Voli Sidomulyo Kecamatan Gunungwungkal.

Perkembangan UMKM Kabupaten Pati

Bulan kemrin, Koperasi dan UMKM Kabupaten Pati bekerjasama dengan PT Indomarco Prismatama cabang Semarang mengadakan seminar UMKM di ruang Penjawi Sekretariat daerah (Setda) Pati.

Empat Narasumber dihadirkan dalam seminar tersebut, yakni Direktur PT Indomarco Prismatama cabang Semarang Untung Waluyo, Praktisi Kampus, Dinas Kesehatan Kabupaten Pati, Bank Jateng, Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Pati. Turut hadir juga Wakil Bupati Saiful Arifin beserta pelaku UMKM se – Kabupaten Pati.

Seminar ini bukan hanya di laksanakan di Pati saja, tapi juga di seluruh Indonesia. Tema yang diangkat dalam seminar  yakni ‘Meningkatkan Daya Saing UMKM melalui Inovasi dan Kreativitas’.

“Dan Pati merupakan kota ke-37 yang melaksanakan seminar ini”, terang Wabup.

Namun ke depan Wabup mengharap pengemasannya harus semakin baik lagi agar menambah nilai dan kualitas produk.

“Usaha itu memang dimulai dari yang kecil dulu. Itu tidak apa-apa, jangan putus asa, seperti saya dulu saat memulai usaha kecil di tahun 1998″, ucanya.

Dalam acara ini bukan hanya seminar saja, tapi ada pembagian 10 gerobak yang sembilan diantaranya telah dibagikan kepada yang berhak menerima. Dan yang sisa satu, menurut Wabup akan dibagi usai acara seminar. Juga di sediakan gerai-gerai produk UMKM.

“Kalau kita mau meningkatkan daya saing, kita harus banyak belajar, kita harus bisa mengikuti apa yang menjadi kemauan pasar. Tentunya, kita berharap kepada Indomaret agar bisa mendidik maupun memberikan suatu pembelajaran tentang bagaimana agar produk yang dihasilkan dapat bersaing”, ungkap Wabup.

Wabup mengungkapkan bahwa produk – produk di Pati sudah baik, sudah bisa kompetitif dengan produk lain, hanya kurang polesan, termasuk juga daya saing produk harus dimiliki oleh pelaku UMKM dan harus bisa menyiapkan sisi pemasaran termasuk urusan pengemasannya.

“Ini sangat bagus sekali, apalagi dibantu oleh PT Indomarco yang mau memberikan seminar maupun training.  Karena seminar dan training seperti ini sangat dibutuhkan pelaku UMKM untuk terus tumbuh dan berdaya saing. Saya bersama Bupati sudah berkomitmen untuk mengembangkan UMKM. Karena jika UMKM berkembang, pemerataan ekonomi dapat berjalan dengan baik,” terang Wabup.