Kabupaten Pati Mengembangkan Teknologi Smart City ‘Pati Maju’

Penyusunan aplikasi Smart City yang diuji cobakan dan disimulasikan dengan nama “Pati Maju” (Sumber: Pemkab Pati).

PATI, PATIDAILY.COM** Sebuah kota bisa disebut sebagai kota pintar atau smart city jika sudah mengintegrasikan teknologi informasi dan komunikasi hingga level tertentu dalam proses tata kelola dan operasional sehari-hari. Integrasi teknologi tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan efisiensi, membagikan informasi kepada publik, hingga memperbaiki pelayanan kepada masyarakat ataupun meningkatkan kesejahteraan warga.

Penunjukan kabupaten pati sebagai pilot project atau teladan pelaksanaan program 100 Smart City se Indonesia oleh Kementerian Komunikasi dan Informastika (Kemkominfo) Tanggal 09 April 2018 yang lalu ditindaklanjuti Pemkab Pati melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) dengan menyusun dan menyimulasikan aplikasi Smart City.

Dengan menggandeng PT. Indonesia Indikator sebuah perusahaan IT dari Jakarta, Diskominfo Pati mulai menyusun aplikasi Smart City yang diuji cobakan dan disimulasikan dengan nama ‘Pati Maju’. Simulasi dilaksanakan pada hari Senin (1/8/2018).

Lalang, perwakilan PT. Indonesia Indikator menjelaskan bahwa aplikasi smart city “Pati Maju” ini nantinya akan dilengkapi dengan berbagai fitur berisi segala informasi tentang Kabupaten Pati.“Tidak hanya berita, media sosial dan video youtube nya Kabupaten Pati saja, di dalam aplikasi ini nanti masyarakat bisa terlayani dengan berbagai informasi layanan pemerintah. Misalnya kesehatan, administrasi kependudukan, perpajakan dan lainnya hanya dengan hanya klik satu tombol,” jelas Lalang.

“Khusus untuk pengaduan layanan publik, nanti seluruh OPD harus menyiapkan satu admin untuk mengelola dan memberikan respon atas apa yang dilaporkan masyarakat dalam aplikasi,” lanjutnya.

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan, smart city adalah sebuah proses yang berkelanjutan. Perbaikan layanan kepada masyarakat yang terus ditingkatkan menjadi sebuah kota/kabupaten itu dikategorikan kota pintar.

“100 kota bukan berarti sudah, ini terus on going, karena dinamika terus berjalan. Pelayanan harus tambah baik terus dan sekarang masing-masing kota beda fokusnya,” ujar Rudiantara ditemui usah acara Gerakan Menuju 100 Smart City di Redtop Hotel, Jakarta, Bulan Lalu.

Kepala Diskominfo Kab. Pati, Indriyanto menjelaskan bahwa saat ini kemajuan Kabupaten Pati sedikit demi sedikit mulai tampak dengan terpilihnya Kabupaten Pati sebagai sebagai pilot project atau teladan pelaksanaan program 100 Smart City se Indonesia.