Masyarakat Diminta Bijak Manfaatkan Sosial Media

Acara diskusi publik yang membahas menganai efek positif dan negatif perkembangan teknolodi dan soaial media. Diselenggarakan di Ballroom Hotel Safin beberapa waktu lalu. (Sumber: Pemkab Pati).

Pati, PATIDAILY.COM ** Perkembangan teknologi yang semakin pesat membuat seseorang dengan mudahnya mengakses informasi terlebih dari situs on line dan media sosial yang banyak bermunculan.

Jika tidak bijak menyikapi, tidak mustahil akan ikut terhasut dengan informasi yang beredar. Hal tersebut yang disampaikan oleh Bupati Pati, Haryanto dalam acara diskusi publik yang diselenggarakan di Ballroom Hotel Safin beberapa waktu lalu.

“Jangan mudah terpercaya terhadap apapun di media, karena kemajuan teknologi menimbulkan dampak positif semisal adanya Gojek, Grab, dan lainnya. Namun juga dapat menimbulkan dampak negatif seperti hoax,” papar bupati seperti dikutip laman resmi Pemkab Pati.

Lebih lanjut Haryano menghimbau masyarakat Pati untuk lebih memaksimalkan teknologi yang ada secara positif, “Jadi kita harus memaksimalkan dampak positif tersebut sehingga dapat menekan dampak negatifnya.”

Untuk lebih memaksimalkan kemajuan teknologi, Pemkab Pati akan membuat sebuat wadah yang dapat menampung muda mudi Pati berkegiatan secara positif, namun mengahsilkan secara materi.

” Kedepannya akan dicanangkan Kios On untuk karang taruna supaya dapat memaksimalkan karang taruna dengan memanfaatkan kemajuan teknologi,” terang Haryono lebih lanjut.

Senada dengan Bupati Pati, Anggota Komisi I DPR RI, Joko Udjianto, juga mengingatkan akan bahaya berita bohong atau hoax. Dia menghimbau kepada masyarakat agar tidak menganggap jika hoax merupakan sebuah candaan.

“Hal yang paling berbahaya adalah hoax yang dijadikan lelucon, lalu disebarkan sehingga alangkah baiknya masyarakat sadar akan akibat apa yang akan didapat dari mempercayai hoax-hoax dan berhenti menyebarluaskan hoax,” ungkap Joko Udjianto.

Untuk mengantisipasi penyalah gunakan perkembangan teknologi sendiri, Dosen Ahli dari Komunikasi FISIP UNS, Sri Hastjarjo menganggap perlunya kurikulum yang diajarkan di sekolah mengenai literasi media.

” Perkembangan media sosial sudah melanda sampai Sekolah Dasar, sehingga pemerintah perlu segera menindak lanjuti hal tersebut. Perlu adanya kurikulum berkaitan dengan literasi media, entah dimasukkan dalam mata pelajaran yang sudah ada atau dibuat mata pelajaran baru,” kata Sri.