Urgen Bagi Tenaga Kesehatan, AKBID Bakti Utama Pati Gelar Training ‘Soft Skill’

POSE BERSAMA – Para peserta Training Kompetensi Dasar Pra-Klinik & penerapan Soft Skill oleh Akademi Kebidanan Bakti Utama Pati. (Foto: Nursiti Halimah)

Pati, PATIDAILY.COM ** Sabtu (24/12/2016), telah diadakan Training Kompetensi Dasar Pra-Klinik & penerapan Soft Skill oleh Akademi Kebidanan Bakti Utama Pati, bekerja sama dengan Smart Health Event Organizer, di Jalan Ki Ageng Selo No. 15 Pati.

Acara dihadiri 91 mahasiswa D3 jurusan kebidanan AKBID Bakti Utama Pati dan mahasiswa S1 keperawatan STIKES Tlogorejo Semarang.

Dimulai pukul 08.30-17.00, acara dibuka langsung oleh Direktur AKBID Bakti Utama, Puji Hastuti, dan menghadirkan beberapa pembicara, Rita Kartika Sari dan Muh Ali.

“Salah satu permasalahan yang sering dijumpai terhadap pelayanan kesehatan adalah komunikasi yang kurang baik antara tenaga kesehatan dan pasien,” ujar Rita, mengawali pembicaraan.

Ia menjelaskan, perawat dan bidan merupakan profesi yang berhubungan erat dengan penggunaan komunikasi sebagai sarana efektif dalam memudahkan peran dan fungsinya dengan baik.

“Cara berkomunikasi merupakan salah satu bentuk soft skill interpersonal di mana hal itu wajib dimiliki oleh setiap orang, khususnya mahasiswa calon tenaga kesehatan Indonesia,” ungkapnya.

Tenaga kesehatan yang memiliki keterampilan soft skill baik, sambungnya, tidak hanya akan mudah menjalin rasa percaya diri dengan klien, tetapi juga akan menjadi branded tersendiri bagi institusi tempatnya bekerja dan bagi ia sendiri, tentunya.

“Maka dari itu, sangatlah perlu bagi seorang calon bidan dan perawat menguasai hard skill dan soft skill yang baik agar dapat diterima di lingkungan masyarakat dan dunia pekerjaan,” tandas Rita.

Lebih lanjut, ia menambahkan, dalam persaingan mendapat pekerjaan yang diinginkan, semua orang dituntut untuk memiliki berbagai kemampuan.

“Biasanya, kita selalu fokus pada berbagai kemampuan yang bersifat teknis, akan tetapi ada kemampuan yang sering kita lupakan dan juga terbilang sangat penting, yaitu soft skill,” pungkasnya.

Lebih Satu Dekade

AKBID Bakti Utama Pati bukan terhitung kampus baru, meski bukan juga kampus lama. Pada 2003, Yayasan Pratini Soedarsono Pati membuat permohonan rekomendasi penyelenggaraan AKBID Bakti Utama Pati kepada Bupati Pati dengan No. 440 /423. Pada 24 Juni 2003, Yayasan Pratini Soedarsono resmi berdiri.

Menindaklanjuti keputusan tersebut, AKBID Bakti Utama Pati mulai membangun gedung sebagai sarana fisik yang pertama di Jalan Ki Ageng selo No. 15 Pati dengan luas tanah sekira 6.200 meter persegi dengan luas bangunan gedung sekira 1.250 per meter persegi.

Langkah selanjutnya adalah permohonan rekomendasi rencana pendirian AKBID Bakti Utama Pati kepada Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah. Pada Januari 2005, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah mengeluarkan izin penyelenggaraan AKBID Bakti Utama Pati.

Proses perizinan yang sedemikian selektif, menuntut ketertiban, kelengkapan sarana dan prasarana, akhirnya pada Juni 2005, diterbitkanlah Surat Izin Penyelenggaraan AKBID Bakti Utama Pati berdasarkan SK Mendiknas Nomor 81/D/O/2005.

Yayasan lalu menentukan hari untuk Dies Natalis pada 1 Juli 2005 yang ditetapkan sebagai hari berdirinya AKBID Bakti Utama Pati.