Peringatan Hari Nusantara 2016, Hidupkan Budaya Bahari Generasi Muda Pati

OPTIMALISASI PELABUHAN – Pelabuhan Juwana, salah satu titik penting pengembangan sektor kemaritiman Kabupaten Pati. (Foto: Joyolandoh WordPress)

Dukuhseti, PATIDAILY.COM ** Pada Peringatan Hari Nusantara yang jatuh pada Selasa (13/12/2016), Pemerintah Kabupaten Pati kembali menggelorakan semangat cinta maritim. Budaya bahari generasi muda Pati menjadi salah satu tujuan utamanya.

Acara digelar di Lapangan Desa Tegalombo, Kecamatan Dukuhseti, pada Rabu (14/12/2016). Kegiatan yang difasilitasi Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislautkan) Kabupaten Pati tersebut dihadiri Plt. Bupati Pati, Budiyono; jajaran Forkompimda; para Camat dari 7 daerah pesisir; Kepala Desa; Kelompok Budidaya, Tangkap, dan Mangrove; serta unsur TNI dan Polri.

Ketua Penyelenggara yang juga Kepala Dislautkan Kabupaten Pati, Sujono, melaporkan tujuan dilaksanakannya upacara, antara lain sebagai wahana sosialisasi bagi masyarakat agar lebih mengenal potensi kelautan. Selain itu, perlu ditanamkan kepada generasi muda pentingnya menghidupkan budaya bahari.

“Dengan dilaksanakannya Peringatan Hari Nusantara, budaya bahari perlu ditanamkan kembali kepada anak-anak kita, generasi muda, agar semakin terdorong untuk mencintai laut. Kita juga tidak boleh berhenti pada slogan ini saja, namun marilah kita isi dengan program-program nyata yang dilaksanakan oleh pemerintah maupun oleh masyarakat sendiri, yang pada intinya untuk perbaikan dan kesejahteraan rakyat Indonesia,” ujarnya, dirilis Pemerintah Kabupaten Pati.

Upacara dirangkai dengan penyerahan sejumlah bantuan antara lain program PUGAR (Pengembangan Usaha Garam Rakyat) untuk empat kecamatan, yakni Batangan, Juwana, Wedarijaksa, dan Trangkil, berupa pembinaan masyarakat, gudang garam, Kantor Koperasi Sentra Bisnis Garam, senilai Rp3.841.395.000.

Selain itu, bantuan mangrove sejumlah 97.680 batang di Kecamatan Dukuhseti dan Kecamatan Trangkil; Bantuan Pengelolaan Irigasi Tambak Partisipatif (PITAP) untuk Desa Tegalombo, Desa Genengmulyo, Desa Tluwuk, dan Desa Margomulyo, masing-masing senilai Rp110 juta.

Bantuan eskavator diberikan kepada Unit Pelayanan Pengembangan (UPP), beserta bantuan sarana prasarana Budidaya senilai Rp55 juta dan Kartu Asuransi Nelayan. Di akhir upacara, dilakukan penanaman pohon oleh pejabat Forkompimda di desa setempat sebagai penanda gerakan penghijauan.

Potensi Maritim

Mengusung tema ‘Tata Kelola Potensi Maritim Nusantara yang Baik Menuju Poros Maritim Dunia’, bertindak sebagai pembina upacara, Plt. Bupati Pati, Budiyono, membacakan sambutan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti.

Menteri Susi dalam amanatnya mengatakan, Deklarasi Djoeanda pada 13 Desember 1957 merupakan tonggak bagi penyatuan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang utuh, di antara pulau yang satu dengan yang lain tidak terdapat laut internasional.

Melalui pernyataan diri sebagai Negara Kepulauan, laut bukanlah pemisah, tetapi justru pemersatu bangsa. Melalui Deklarasi Djoenda, prinsip-prinsip wilayah laut negara kepulauan diterima, sehingga wilayah laut Indonesia bertambah luas menjadi kurang lebih 5,8 juta kilometer persegi.

Budiyono menegaskan, Hari Nusantara merupakan tonggak di mana NKRI yang meliputi sekian ribu pulau ini menjadi satu.

“Luas laut di wilayah Indonesia ini mencapai 75 persen. Untuk wilayah Kabupaten Pati tidak berbeda. Di Minanya potensinya luar biasa, kita mempunyai 60 kilometer persegi panjang pantai membentang dari perbatasan Jepara hingga perbatasan Rembang,” ungkapnya.

Dengan potensi kelautan sebesar itu, tambah Budiyono, banyak potensi yang harus dikembangkan dan digali dengan penuh semangat, motivasi, dan terobosan-terobosan baru, seperti mengelola garam dan memaksimalkan penangkapan ikan.

Untuk mencapai tujuan tersebut, ia berharap, SKPD berwenang, yakni Dislautkan Kabupaten Pati bekerja sama dengan stakeholder terkait, serta elemen masyarakat, mampu memaksimalkan potensi kelautan di Bumi Mina Tani.