Nur Sitha Afrilia, Inovator Muda Pati yang Nasionalis

LEADER – Nur Sitha Afrilia menjadi Team Leader dalam AMITY Youth Festival 2016 di New Delhi, Februari lalu. (Foto: Kampus UNDIP)

Pati, PATIDAILY.COM ** Adalah Nur Sitha Afrilia, mahasiswi Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro (FIB UNDIP) angkatan 2014, asli Pati. Gadis berusia 20 tahun itu kini dikenal sebagai penemu aplikasi berbagi makanan berbasis Android, bernama Foodo (food donation).

Dalam ajang Asia Pasific Future Leader yang diselenggarakan di Kuala Lumpur, 23-27 November 2016, Sitha berpartner dengan mahasiswa Universitas Jember, Ardian, untuk membuat konsep aplikasi tersebut dan membuat para juri tercengang.

Bahkan konsep itu berhasil membuat Google dan Facebook kepincut untuk membelinya. Foodo merupakan kerja sama dengan toko modern untuk menyumbangkan bahan makanan yang mendekati masa kedaluwarsa agar dibagikan kepada yang membutuhkan, daripada makanan itu terbuang sia-sia.

“Jadi, konsepnya hampir sama dengan ojek online itu. Ini yang membuat juri memutuskan kelompok kami yang terbaik,” terang Sitha, dirilis Pemerintah Kabupaten Pati, beberapa waktu lalu.

Saat Asia Pasific Future Leader, Sitha mampu memenangkan predikat Best Inovation. Walaupun ia terlahir dari desa, tapi ia tetap berhasil mengungguli wakil dari negara-negara lain.

Meski dilirik dunia internasional, Sitha mengaku belum rela melepas konsepnya itu. Dia dan rekannya, Ardian, justru menginginkan aplikasi ini menjadi milik Indonesia dan dikembangkan untuk kemaslahatan masyarakat.

Dia berharap, masyarakat dapat mendonasikan makanannya melalui Foodo. Ketika masyarakat masuk ke dalam aplikasi dan mendonasikan, nanti sistem akan langsung memberitahu ke relawan untuk mengambil makanan yang didonasikan.

Team Leader AMITY Youth Festival 2016

Sebelumnya, Sitha Afrilia berhasil terpilih sebagai peserta terbaik dan berhak menjadi team leader dalam ajang AMITY Youth Festival 2016 yang berlangsung di New Dehli, India, Februari lalu.

Ia berada di India dari dalam rangka exchange program Global Citizen AIESEC dan magang di NGO Humans For Humanity bersama sejumlah mahasiswa asing lain.

NGO ini bergerak di bidang sosial dan berada di bawah pengawasan Parlemen New Delhi. Seluruh mahasiswa asing yang terlibat dalam project sekitar 38 orang dan harus membuat laporan observasi untuk selanjutnya diseleksi oleh pihak parlemen dan dipilih 5 laporan terbaik.

“Saya termasuk di dalamnya. Kemudian kami berlima dipanggil pihak Parlemen New Delhi untuk presentasi. Dan Alhamdulillah saya sebagai satu-satunya mahasiswa Indonesia terpilih menjadi yang terbaik dan itu menempatkan saya dalam posisi team leader untuk AMITY Youth Festival 2016,” ungkap Sitha dirilis Kampus UNDIP.

Ia bersama 4 orang rekan lain, yakni 1 orang Jepang, 1 orang Mesir, dan 2 orang dari Bahrain berhasil meraih Juara 2.